Home / TERKINI / Waw, Desa Ekang Anculai Sulap Hutan Jadi Taman Rekreasi Berkelas Dunia

Waw, Desa Ekang Anculai Sulap Hutan Jadi Taman Rekreasi Berkelas Dunia

Bintan – Rasa penasaran saya akhirnya terobati dengan dapat melihat langsung ke kawasan wisata rekreasi di Desa Ekang Anculai Kecamatan Telok Sebong Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam beberapa bulan ini, saya selalu mendengar ada salah satu Desa di Bintan telah menyulap bekas galian pasir atau tepatnya di dalam hutan karet menjadi wahana wisata rekreasi keluarga.

Kawasan ini mulai populer setelah banyak foto-foto tempat rekreasi berseliweran di jagat Maya seperti Facebook, Twitter, Instagram dll.

Rasa penasaran saya pun bertambah tinggi. Untuk mengobati penasaran itu, saya pun browsing di google dengan menulis kawasan wisata desa Ekang Anculai.

Wah, dan ternyata memang benar, foto-fotonya bahkan tulisan para traveling dan pengunjung sudah banyak berseliweran di jagat Maya. Kebanyakan dari mereka memberi pujian dan kekaguman atas pengelolaan taman rekreasi ini.

Namun, kali ini saya bisa melihat dengan mata jelas kawasan wisata rekreasi yang tengah naik daun ini. Dan memang menakjubkan.

Kawasan ini mirip seperti dalam film-film Cinderella karena terdapat banyak bunga-bunga menghiasi kawasan rekreasi, yang dapat menambah kemolekan tempat rekreasi ini. Bukan di Jepang atau pun di Korea, tapi kawasan ini berada di sebuah Desa.

Yang membuat saya takjub, kawasan wisata ini bukan dikelola oleh pihak swasta, namun dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Ekang Anculai. Hebat bukan dan patut dicontoh oleh desa-desa lain yang ada di Indonesia.

Kawasan rekreasi ini terletak tidak jauh di kawasan wisata internasional Lagoi, Kecamatan Telok Sebong Bintan. Jika dari Tanjungpinang perjalanan menuju ke kawasan ini hanya satu setengah jam.
Akses menuju ke kawasan ini cukup mudah asal ada kendaraan hehehehe.

Setibanya di gerbang taman, saya melihat biasa- biasa saja, hanya terdapat hutan. Namun, setelah tiga langkah melewati gerbang mata saya pun takjub melihatnya. Capek setelah hampir dua jam membawa kendaraan terobati. Karena pengunjung akan disuguhkan pemdangan bunga disepanjang jalan berwarna-warni. Dan jalanya disusun paving blog lagi.

Sebelum masuk di taman rekreasi ini, sekitar 100 meter dari gerbang ada petugas loket. Kita diminta membayar Rp 25 ribu perorang, agar dapat masuk di taman rekreasi. Harga masuk terjangkau dan pengunjung pun tak akan pernah menyesali dengan harga tiket tersebut, karena pemandangan bak di Jepang.

Pekerja Menggunakan Bahasa Inggris

Bersama istri, saya duduk di kawasan ini sambil memesan minuman ringan sekitar dua jam lamanya. Kami berkeliling bejalan kaki hanya untuk melihat kemolekan pengelolaan taman rekreasi milik warga Desa ini.

Pengelolaan memang menyediakan sewa kendaraan, tapi kami memilih jalan. Bahkan, ada kuda bisa kita sewa jika ingin berkeliling.

Sekeliling taman dipenuhi bunga-bunga nan indah berwarna-warni, ditambah ada pondok santai disekitar danau. Disewakan, satu pondok sekitar Rp 20 ribu (kalau tidak salah). Kita juga bisa bermain bebek air di danau.

Masih ada beberapa pekerja yang sedang membangun sebuah pondok untuk penginapan. Bahkan kawasan ini juga menyediakan tempat memanah.

Kawasan rekreasi ini menjadi indah dipandang dengan banyaknya tanaman-tanaman hijau. Bahkan pengelolaan menyediakan tempat penginapan. Jadi, tak usah khawatir jika ada pengunjung yang ingin bermalam bersama keluarga di kawasan wisata rekreasi karena ada tempat penginapan.

Kawasan rekreasi milik Desa ini ternyata tak hanya dikunjungi pengunjung lokal, namun turis mancanegara pun banyak memilih kawasan ini untuk bersantai bersama keluarga mereka.

Saya melihat pekerja tempat wisata rekreasi ini melayani tamu turis mancanegara menggunakan bahasa Inggris. Dan mereka merupakan anak lokal Ekang Anculai.

Saya sempat bertanya sama warga setempat, dari mana pekerja itu dan ternyata pekerja di kawasan wisata itu memang sudah biasa melayani turis dan berpengalaman bekerja di kawasan wisata Lagoi.

Para turis itu tampak bahagia bisa berlibur membawa anak-anak mereka di kawasan wisata rekreasi Desa ini. Apalagi, kawasan ini menyediakan fasilitas berkelas dunia. Jadi, tak heran banyak pengunjung dari mancanegara mendatangi kawasan ini.

Kawasan wisata ini dibangun menggunakan Dana Desa (DD).
Penasaran…yuk kesini bawa keluarga.

 

Penulis Ahmad Yani

Mantan Sekretaris Desa dan kini bergelut di Dunia Pendidikan SMPN 2 Senayang

About aan

Media ini Merupakan sarana informasi yang dibangun untuk mempublikasikan ide dan gagasan, maupun informasi tentang desa di Nusantara. Isi informasi dan berita berasal dari sumber dan media yang dipercaya. Media ini bersifat privasi dan memiliki tujuan positif untuk membantu desa mendapatkan informasi. Media ini bukan untuk bisnis.

Check Also

Pembukaan Seleksi CPNS Molor, BKN Bakal Gelar Ratas

JAKARTA – Pemerintah membuka seleksi penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Oktober 2019. Seleksi ini …