Home / TERKINI / Sebanyak 8 Kelurahan Ini Usul Ubah Status Menjadi Desa

Sebanyak 8 Kelurahan Ini Usul Ubah Status Menjadi Desa

PENAJAM -Sebanyak delapan Kelurahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten untuk merubah status menjadi Desa.

Delapan kelurahan tersebut antara lain Kelurahan Sepan, Riko, dan Jenebora, Kecamatan Penajam.

Baca Juga : Ini Beda Dana Kelurahan dan Dana Desa

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten PPU, Alimuddin, menjelaskan, dari aspek regulasi, tidak menutup kemungkinan akan ada kegiatan-kegiatan perubahan status.

Oleh karena itu, Pemkab PPU mengambil langkah untuk melakukan kajian pendahuluan, sekaligus menganalisa potensi pemekaran desa maupun kecamatan.

“Langkah-langkah kita, menyambut sebagian aspirasi warga masyarakat kita yang ingin beralih dari kelurahan menjadi desa,” kata Alimuddin.

Baca Juga : Dana Desa Kurangi Desa Tertinggal

Ia melanjutkan, persoalan perubahan status tersebut bukan hanya kesejahteraan saja. dengan besarnya dana desa dan lainnya.

Ia memaparkan fakta bahwa PPU dulu merupakan bagian dari Kota Balikpapan.

Seharusnya, pada saat PPU menjadi bagian Kabupaten Paser, beriring dengan perubahan status.

“Balikpapan kan tidak boleh ada desa dalam Kota Madya,” imbuhnya.

Dengan regulasi yang ada sekarang, tidak ada larangan untuk merubah status, tergantung kondisi wilayah tersebut.

Baca Juga :   Temuan Fiktif, Polres Bidik Dua Tersangka Korupsi Dana Desa 

Sedangkan dulu, pembentukan Kabupaten mengacu kepada Undang-Undang lama, yaitu empat kecamatan sudah cukup.

Jika disinkronkan dengan regulasi saat ini, butuh beberapa kecamatan untuk memenuhi syarat untuk menjadi sebuah kabupaten.

“Tapi bukan persoalan itu, kita ingin memekarkan desa maupun kecamatan, tapi lebih kepada persoalan kebutuhan menejemen Pemerintahan di daerah. Sambil melihat prospek kedepan yang akan terjadi di PPU, seperti akan ada Jembatan Pulau Balang maupun jalan tol laut, rencana konektivitas jalan ke Kutai Barat, bahkan mungkin ke Kalimantan Tengah, hingga isu terbaru Ibu Kota Negara,” terangnya.

Kajian perubahan status kelurahan menjadi desa, lanjut Alimuddin, dilakukan menyeluruh di 24 kelurahan di wilayah Penajam Paser Utara.

Bapelitbang Kabupaten Penajam Paser Utara juga melakukan analisa potensi pemekaran desa di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang saat ini ada 30 desa.

Analisa potensi pemekaran desa yang dilakukan Bapelitbang itu dengan melihat luas wilayah dan jumlah penduduk.

“Kita lihat berapa kelurahan yang memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti, sambil mensinkronkan dengan peraturan yang ada,” ungkapnya.

Tim kajian berasal dari Institut Otonomi Daerah bekerja sama dengan Litbang.

“Hasilnya nanti kita ketahui setelah ada kajian pendahuluan, apakah pemekaran atau perubahan status dari kelurahan menjadi desa. Targetnya, kajian ini harus selesai tahun ini, empat bulan dari sekarang.”

“Persoalan kapan dilakukan kegiatan itu, menunggu moratorium, juga kebijakan AGM-Hamdam apakah hal tersebut perlu dilakukan atau tidak. Kami pada dasarnya menyiapkan data untuk kebutuhan pengambilan kebijakan,” pungkasnya. (*)

Sumber : https://kaltim.tribunnews.com/amp/2019/07/14/soal-usulan-perubahan-status-kelurahan-jadi-desa-bapelitbang-perlu-dilakukan-kajian-pendahuluan?page=2

About aan

Pernah bergelut di dunia jurnalistik selama 5 tahun dan dua tahun sebagai Sekretaris Desa. Media ini Merupakan sarana informasi yang dibangun untuk mempublikasikan ide dan gagasan, maupun informasi tentang desa di Nusantara. Isi informasi dan berita berasal dari sumber dan media yang dipercaya. Media ini bersifat privasi dan memiliki tujuan positif untuk membantu desa mendapatkan informasi. Bukan untuk bisnis, pengelola menerima berita dari desa dan artikel seputar desa. : WA :081364175687 dan email : neniastaria1987@gmail.com

Check Also

Sembunyi Saat Jadi DPO, Mantan Kades Ini Diringkus Polisi Dugaan Korupsi Dana Desa 2017

BATUBARA – Arifin, mantan Kepala Desa Suka Jaya, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *