Home / TERKINI / Menkeu Pangkas ‘Subsidi’ Naik Gaji Perangkat Desa 69 Persen

Menkeu Pangkas ‘Subsidi’ Naik Gaji Perangkat Desa 69 Persen

Jakarta, — Pemerintah memangkas usulan bantuan gajiuntuk perangkat desa yang setara Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan IIA hingga Rp2,58 triliun atau 69 persen dari usulan awal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Semula pemerintah mengusulkan alokasi bantuan penyetaraan penghasilan tetap (siltap) perangkat desa mencapai Rp3,7 triliun. Namun, dalam postur sementara APBN 2020, usulan tersebut turun hingga 69,73 persen atau Rp2,58 triliun menjadi Rp1,12 triliun.

Baca Juga : 

 

Sebagai catatan, penyaluran bantuan penyetaraan siltap menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU).

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti mengungkapkan pemangkasan terjadi karena setelah dilakukan verifikasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah daerah yang berhak menerima bantuan siltap menurun.

“Daerah yang memenuhi kriteria untuk diberikan bantuan, yaitu daerah yang menganggarkan alokasi dana desa 10 persen dari dana transfer umum dan kemampuan daerahnya kurang untuk dapat dibiayai penyesuaian siltap, jumlahnya menurun dari perkiraan semula,” kata Astera seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (12/9).

Sayangnya, Astera tak merinci berapa banyak daerah yang tidak jadi menerima bantuan penyetaraan siltap tersebut.

Selain bantuan penyetaraan siltap, pemerintah juga memangkas bantuan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebesar Rp409,7 miliar menjadi Rp4,26 triliun. Dengan demikian, total usulan DAU dalam postur sementara RAPBN 2020 merosot dari Rp430,08 triliun menjadi Rp427,09 triliun.

Astera menambahkan, daerah lain tetap memberi penyetaraan gaji perangkat desa, karena mereka memiliki kemampuanAPBD yang lebih baik.

Proses verifikasi sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu namun mengingat kondisi daerah dan desa sangat bervariasi jadi memerlukan agak panjang dalam melakukan verifikasi ini.

Sebagai informasi, penyetaraan gaji perangkat desa diberikan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Desa.

Dalam pidato Penyampaian RAPBN 2020 dan Nota Keuangan pada 16 Agustus 2019 lalu, Presiden Joko Widodo menyampaikan alokasi anggaran untuk penghasilan tetap perangkat desa diberikan agar kinerja dan kualitas pelayanan penyelenggaraan pemerintahan desa meningkat.

sumber : cncindonesia.com

About aan

Media ini Merupakan sarana informasi yang dibangun untuk mempublikasikan ide dan gagasan, maupun informasi tentang desa di Nusantara. Isi informasi dan berita berasal dari sumber dan media yang dipercaya. Media ini bersifat privasi dan memiliki tujuan positif untuk membantu desa mendapatkan informasi. Media ini bukan untuk bisnis.

Check Also

Korupsi Dana Desa Hingga Rp 156 Juta, Mantan Kades di Bojonegoro Dijebloskan Penjara

Bojonegoro – Korupsi dana desa, seorang mantan kepada desa (kades) di Bojonegoro diamankan. Kades bernama Totok …

One comment

  1. PP NO 11 TAHUN 2019 ini terbit, terkesan ada muatan politis yg sangat kental. Karena waktunya berdekatan/bersamaan dengan masa kampanye…(meski tidak mutlak seperti ini).
    Namun,,,setelah kemudian muncul kebijakan baru bahwa akan ada pemangkasan anggaran utk Siltap Kepala Desa dan Perades ini (dg berbagai alasan), maka semakin terasa kekentalan aroma politisnya.
    Saya mencoba menelaah dg terbitnya kebijakan ttg akan dipangkasnya anggaran tsb, dg cara menganalogikan seperti : anak” kita diberikan iming iming, bahwa akan dibelikan mainan, agar kemauan, keinginan, maksud dan tujuan kita tercapai/terwujd . Baru kemudian setelah semua itu terlaksana sesuai keinginan, maka dg berbagai alasan kita bilang lagi ke anak kita bahwa : uangnya habis lah, tokonya tutup dan seribu alasan lainnya yg akhirnya anak kita tidak dapat protes atau hanya gigit jari sambil menangis tersedu di ruang/kamar hampa.
    Dengan analogi seperti itu,…coba kita tanya ke diri sendiri sebagai orang tua. Orang tua macam apakah kita ini?
    Semua kembali pada NIAT, NAWAITU kita. Bijak kah kita? No one knows. Hanya kita yg tahu, dan ada YANG MAHA MENGETAHUI.
    Mohon maaf. Terimakasih
    Wallahu a’lam bish shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *