Home / KOLOM PENULIS / Khataman Al Qur’an, Anak Desa Baran Lingga di Arak-Arakan Dengan Helikopter

Khataman Al Qur’an, Anak Desa Baran Lingga di Arak-Arakan Dengan Helikopter

Sayang rasanya jika ada kejadian unik terutama tentang tradisi dan adat yang kita temui tak terekpos. Indonesia memang dikenal dengan banyak adat, budaya dan tradisi.

Unik dan terkadang adat itu menjadi daya tarik bagi orang-orang baru melihatnya. Provinsi Bali, yang kita kenal saat ini sebagai destinasi wisata ternama di dunia ini tak hanya menjual alam dan pantai nan indah. Adat dan tradisi di Bali pun menjadi salah satu faktor pendukung jutaan turis mancanegara berbondong-bondong mendatangi Bali.

BACA JUGA : Kantor Bupati Lingga Berada di Gugusan Gunung Laut Cina Selatan

Itulah Bali. Selain kaya dengan alam nan indah, eksotis. Namun kaya juga dengan tradisi budaya yang dilestarikan masyarakat setempat.

Tak kalah hebat dengan tradisi Bali masih kental dengan nuansa agama Hindu. Kebudayaan Melayu juga banyak meninggalkan budaya tradisional. Budaya itu turun temurun masih dilestarikan saat ini. Seperti kenduri, doa selamat, tari zapin dan banyak lagi.

Kali ini, saya melihat satu tradisi unik masih dilestarikan masyarakat Melayu terutama di Desa Baran Kecamatan Bakong Serumpun Kabupaten Lingga, Kepri.

Orangtuaku di Desa Baran bangga ketika anak mereka selesai belajar membaca Al Qur’an. Rasa bangga itu pun mereka apresiasi dengan menggelar khataman Al Qur’an.

Khataman Al Qur’an ini mengundang seluruh masyarakat, muda dan tua. Uniknya, anak yang selesai membaca Al Qur’an itu dibawa dengan sebuah kendaraan dan diiringi dengan dangkong dan rabbana.

Menariknya kendaraan yang mereka siapkan bentuknya seperti pesawat terbang dan helikopter. Kendaraan tersebut dipikul sekitar 10 hingga 20 orang. Tergantung berat kendaraan tersebut.

Diatas kendaraan itu ada annak-anak yang sudah enyelesaikan baca Al Quran. Mereka dipikul dari rumah mereka ke masjid. Di masjid itulah anak-anak bergantian membacakan ayat-ayat pendek juz 30, dari mulai surah duha sampai selesai.

“Sudah menjadi tradisi kami disini pak. Orangtua disini senang jika anak-anak mereka bisa menyelesaikan bac Al Qur’an,” kata warga Baran.

Kegiatan itu turun temurun dilakukan masyarakat Baran. Namun, ada juga dilakukan dengan jalan kaki bersama-sama.

“Tergantung orangtuanya juga. Itu dilakukan karena niat anaknya sudah menyelesaikan bacaan Quran,” sebut warga Baran.

Lingga memang berabad-abad lalu dikenal sebagai pusat kerajaan Riau-Lingga. Kekuasaan kerajaan ini membentangi hingga Johor dan Selat Melaka termasuk Riau dan Kepri.

Tak heran apabila adat-adat Melayu cukup mengental di Lingga. Yah, salah satunya memikul anak yang baru saja menyelesaikan belajar membaca Al Qur’an.

Penulis : Ahmad Yani
Guru SMPN 2 Senayang

About aan

Media ini Merupakan sarana informasi yang dibangun untuk mempublikasikan ide dan gagasan, maupun informasi tentang desa di Nusantara. Isi informasi dan berita berasal dari sumber dan media yang dipercaya. Media ini bersifat privasi dan memiliki tujuan positif untuk membantu desa mendapatkan informasi. Media ini bukan untuk bisnis.

Check Also

Korupsi Dana Desa Hingga Rp 156 Juta, Mantan Kades di Bojonegoro Dijebloskan Penjara

Bojonegoro¬†– Korupsi dana desa, seorang mantan kepada desa (kades) di Bojonegoro diamankan. Kades bernama Totok …