Home / TERKINI / Joget Dangkong Ala Anak-Anak Lingga

Joget Dangkong Ala Anak-Anak Lingga

LINGGA – Menghibur dan lucu. Itulah pemandangan pentas Seni Joget Dangkong yang ditaja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lingga, Sabtu (23/03/2019). Kegiatan ini digelar di kantor halaman kantor Bupati Lingga.

Joget Dangkong kali ini terlihat unik, karena joget tersebut diperagakan anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Lingga.

BACA JUGA :  STQ Lingga Membawa Berkah Bagi Pedagang

Emak-emak yang melihat joget Dangkong tak kuasa menahan tawa ketika anak-anak tersebut berjoget-joget dengan pasangannya.

Joget Dangkong diiringi lagu-lagu khas Melayu. Semua peserta terlihat tampil energik dan diiringi rentakan irama-irama Melayu.

Mereka berjoget dengan membawa pasangan masing-masing. sebelum berjoget-joget, anak perempuan terlebih dahulu duduk di kursi dan kemudian lelakinya menjemput untuk berjoget. Pakaian digunakan pun berciri khas Melayu.

BACA JUGA :  Gading Raksasa d Lingga

“Saya membawa murid-murid tampil dalam pentas seni digelar KPU,” kata salah satu guru yang membawa siswanya.

Joget Dangkong pernah populer dalam masyarakat Melayu di Kepulauan Riau kira-kira sejak masa pemerintahan kerajaan Melayu Bentan, Riau-Lingga, hingga pada era tahun 1960an.

Pada masa ini, kesenian joget dangkong banyak ditampilkan baik pada upacara adat Melayu maupun sebagai hiburan yang dijajakan kepada masyarakat umum.

Alat musik yang digunakan dalam suatu pertunjukan joget dangkong saat ini tidak hanya terbatas pada empat alat musik tradisional (yaitu: gong, gendang tambur, gendang bebane dan bjole tempurung), melainkan telah mengalami perubahan dan penambahan beberapa alat musik seperti : Akordeon, Biola, marwas, gitar elektrik, dan organ tunggal.
Akordeon, merupakan alat musik sejenis organ yang berasal dari Eropa yang kemudian digunakan oleh masyarakat Melayu sebagai alat musik dalam berbagai ragam kesenian Melayu. Biola, merupakan alat musik yang telah lama digunakan masyarakat Melayu sebagai alat musik joget dangkong, sebagai pengganti bjole tempurung. Marwas, merupakan sebuah gendang yang berukuran lebih kecil dari gendang biasa. Marwas berbentuk bulat tabung dengan ukuran diameter (bawah dan atas) 18cm dan tinggi 12 cm. Marwas terbuat dari kayu cempedak yang sudah tua, kulit kambing atau kulit pelanduk dan rotan yang berfungsi sebagai pengikat.

About admin

Check Also

Tunjangan Belum Dibayar, 147 Desa di Sikka Berhutang

MAUMERE – Belum direalisasikanya pembayaran tunjangan aparat pemerintah desa dan BPD serta biaya operasional pemerintahan desa …