Home / TERKINI / Harta Kades Ini Bisa Disita، Jaksa Tuntun Kades di Karimun 11 Tahun Penjara Korupsi Dana Desa 

Harta Kades Ini Bisa Disita، Jaksa Tuntun Kades di Karimun 11 Tahun Penjara Korupsi Dana Desa 

 

Karimun – Sidang kasus korupsi penggelapan dana desa dengan terdakwa Sukiran digelar di Pengadilan Tipikor, Tanjungpinang, Rabu (4/9/2019). Terdakwa merupakan Kepala Desa Sawang Selatan, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut berat Sukiran dengan 11 tahun kurungan penjara.

Baca : Sidang Perdana Kasus Korupsi Dana Desa Sawang Selatan Karimun, Jaksa : Ada Kejangalan Dana Silpa Tidak Dikembalikan ke Desa

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Karimun, Andriansyah menuturkan Pada tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa, Sukiran dituntut pidana penjara 7 tahun 6 bulan dan denda 200.000.000 subsidair 3 bulan kurungan.

“Sidang digelar tadi pagi di pengadilan di Tanjungpinang, agenda pembacaan tuntutan,” ujanya seperti dilansir Batamnews

Jika uang negara yang dipakai untuk pribadi oleh Sukiran tidak bisa dikembalikan, harta bendanya bisa disita oleh jaksa dan dilelang.

“Jika tidak bisa mengembalikan kerugian negara, ada lagi pasal yang mengatur dan tuntutannya bertambah,” ucap Andriansyah.

Baca : Negara Rugi Rp 1,2 Milyar, Kades Ini Resmi Ditahan Korupsi APBDes & Pungli PTSL,

Penggantian kerugian negara ini harus dilakukan paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan hakim nantinya. Itu jika hakim menyetujui tuntutan JPU.

Namun, apabila terpidana tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar uang penggganti. Maka tuntutannya diganti pidana kurungan tambahan lagi 3 tahun 9 bulan.

“Jika diakumulasikan maka tuntutan 11 tahun enam bulan,” sebutnya

Baca juga: Kejari Karimun Limpahkan Kades Sawang Selatan ke Pengadilan Tipikor

Andri mengatakan dasar-dasar pertimbangan pihaknya memberikan tuntutan adalah perbuatan Sukiran telah merugikan negara sebesar Rp 252.489.393.

Hal itu dilakukan pada saat pemerintah sedang giat memberantas tindak pidana korupsi. “Akibat perbuatan terdakwa, dua tahun pembangunan Desa Sawang Selatan menjadi terhambat,” ujarnya.

Pada kasus ini ditemukan dugaan Sukiran meminta bendahara desa mencairkan Dana Desa dengan menggunakan surat permohonan.

Baca : Dugaan Korupsi PADes dan Pengelolaan Lelang Tanah Kas, Kades Ini Ditetapkan Jadi Tersangka

Uang tersebut kemudian digunakan untuk keperluan pribadi. Diketahui Sukiran juga membayar hutangnya dengan uang negara tersebut.

Baca : Korupsi Dana Desa Kegiatan Fisik dan Non Fisik, Kades di Jombang Ditetapkan Jadi Tersangka

Baca : Dua Desa Kembalikan Dugaan Kerugian Negara Dana Desa, Kejari Aceh Barat Usut Dugaan Korupsi Dana Desa

Baca : Dua Tersangka Korupsi Dana Desa (Gampong), Pj Kades dan Bendahara Desa Ditetapkan Tersangka, Ini Jumlah Kerugian Negara

sumber : Batamnews.co.id

About aan

Media ini Merupakan sarana informasi yang dibangun untuk mempublikasikan ide dan gagasan, maupun informasi tentang desa di Nusantara. Isi informasi dan berita berasal dari sumber dan media yang dipercaya. Media ini bersifat privasi dan memiliki tujuan positif untuk membantu desa mendapatkan informasi. Media ini bukan untuk bisnis.

Check Also

Korupsi Dana Desa Hingga Rp 156 Juta, Mantan Kades di Bojonegoro Dijebloskan Penjara

Bojonegoro – Korupsi dana desa, seorang mantan kepada desa (kades) di Bojonegoro diamankan. Kades bernama Totok …

One comment

  1. Dana desa perlu di periksa demi kemajuan desa. sekarang Pembangunan di desa tidak sesuai dengan anggaran desa. malah dana desa bukan di bangun untk kepentingn umum melainkn untk pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *