Home / TERKINI / Diduga Korupsi Dana Desa di 8 Desa, Staf DPMD Sikka Dikejar Kejari

Diduga Korupsi Dana Desa di 8 Desa, Staf DPMD Sikka Dikejar Kejari

MAUMERE — Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi staf di dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten Sikka sudah tiga kali tidak menghadiri panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka.

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka masih melakukan pengejaran terhadap Theo Ladjar, untuk dimintai keterangannya terkait dugaan korupsi dana desa di 8 desa.

Terkait : 

“Kami sudah tiga kali melayangkan sudah surat panggilan ke alamat tersangka namun tidak mendapatkan tanggapan. Sudah setahun lebih dirinya mangkir dari pemeriksaan penyidik kejaksaan,” kata kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sikka, Azman tanjung, SH,Senin (9/9/2019).

Dikatakan Azman, pihaknya berharap agar Theo segera menyerahkan diri dan datang ke Kejari Sikka untuk dimintai keterangan. Kalau dirinya terus menghindar, justru tidak akan menyelsaikan permasalahannya.

“Kalau tersangka tidak datang maka kami akan keluarkan statusnya menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Tersangka akan kami kejar sampai kapanpun karena dianggap buron,” ujarnya.

Kepala Seksi Pidana Khusus, Jermias Pena, S.H, dan Kepala Intelijen, Cornelis S. Oematan, S.H, mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah pendekatan kepada keluarga terduga korupsi.

Jermias menyebutkan, pihak keluarga Theo meminta waktu hingga akhir bulan September 2019 untuk mencari keberadaan Theo. Kejari Sikka pun menurutnya, belum tahu keberadaan tersangka.

Terkait : 

“Kami sudah datangi rumahnya namun rumah tersebut sudah disita pihak bank. Keluarga tersangka juga sudah kami dekati namun mereka minta waktu hingga akhir September untuk mencari Theo,” tuturnya.

Theo yang memiliki jabatan di dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) kabupaten Sikka bekerjasama dengan 8 desa untuk pengadaan berbagai perlengkapan seperti mebeler, laptop, printer, kamera, tenda dan mesin pemecah batu.

Setelah dana tahun anggaran 2017 tersebut diterima, dirinya tidak menyerahkan barang yang dipesan desa-desa meskipun uangnya sudah diterima. Akibat perbuatannya, desa-desa tersebut mengalami kerugian mencapai Rp200 juta lebih.

Selama 3 tahun terakhir, kasus korupsi dana desa telah menyebabkan beberapa kapala desa dipenjara dan berurusan dengan aparat penegak hukum. Tercatat kepala desa Runut, pejabat kepala desa Kringa dan Nebe serta kepala desa Loke dipenjara.

Kepala desa Dobo kecamatan Mego pun sedang dalam pemeriksaan pihak kejaksaan negeri Sikka akibat penyalahgunaan dana desa. Selain itu, kepala desa Nelle Urung juga dilaporkan warga ke Kejari Sikka.

Terkait : 

Kepala desa Nelle Urung berdasarkan temuan Inspektorat melakukan ketekoran kas sebesar Rp146.109.092, pungutan pajak negara/ daerah sebesar Rp 32.876.039 serta penerimaan PADes sebesar Rp 9.084.578.

Selain itu Kades Nelle Urung juga diduga selewengkan uang bantuan seng Rp 15 juta, bantuan sosial bagi janda sebesar Rp4,5 juta, pengeluaran fiktif bagi janda sebesar Rp 3,5 juta, dan biaya pemasangan instalasi air bersih sebesar Rp864.760.

sumber : https://www.cendananews.com/2019/09/korupsi-dana-desa-oknum-asn-di-sikka-menghilang.html

About aan

Media ini Merupakan sarana informasi yang dibangun untuk mempublikasikan ide dan gagasan, maupun informasi tentang desa di Nusantara. Isi informasi dan berita berasal dari sumber dan media yang dipercaya. Media ini bersifat privasi dan memiliki tujuan positif untuk membantu desa mendapatkan informasi. Media ini bukan untuk bisnis.

Check Also

Korupsi Dana Desa Hingga Rp 156 Juta, Mantan Kades di Bojonegoro Dijebloskan Penjara

Bojonegoro – Korupsi dana desa, seorang mantan kepada desa (kades) di Bojonegoro diamankan. Kades bernama Totok …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *