Home / TERKINI / Bupati Tebo Pecat Kades, Ratusan Warga Layangkan Protes Gelar Aksi di Kantor Bupati

Bupati Tebo Pecat Kades, Ratusan Warga Layangkan Protes Gelar Aksi di Kantor Bupati

Tebo – Bupati Tebo, Sukandar telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian Mardiana dari jabatan Kepala Desa Tambun Arang, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Dampaknya, ratusan warga tersebut mendatangi kantor Bupati Tebo, Rabu (4/9).

Kedatangan warga ini untuk menggelar aksi demo. Dalam orasinya, warga ingin menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Bupati Tebo, Sukandar terkait proses pemberhentian Mardiana.

Terkait : 

Realisi dan RAB Tidak Sesuai, Kades dan Bendahara Desa Ditahan

Keluar Lapas Ikuti Pelantikan, Tersangka Korupsi Dana Desa Dilantik Jadi Kades

Laporan Ada, Proyek Tidak Dikerjakan, Kades di Jombang Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa

Dalam orasinya, warga meminta kepada Sukandar untuk meninjau ulang SK pemberhentian Mardiana sebagai Kepala Desa Tambun Arang.

Warga juga mempertanyakan dasar hukum pelaksanaan polling yang dilaksanakan oleh Camat Sumay sebagai salah satu dasar diterbitkanya SK pemberhentian tersebut.

“Mengapa kepala desa kami diberhentikan tanpa dasar hukum yang jelas. Ini yang mau kami pertanyakan langsung ke Bapak Bupati Tebo,” kata Koordinator Warga, Jufri dalam orasinya di depan Kantor Bupati Tebo.

Aksi demo warga ini dijaga oleh puluhan aparat keamanan dari kepolisian dan anggota Pol PP Tebo. “Jika Bapak Bupati tidak bersedia temui kami, kami tidak akan pulang. Kami akan nginap di sini,” teriaknya.

Kapolsek Tebo, Iptu Moh Hasyim Asy’ari, SH yang turun langsung melakukan pengamanan aksi, mencoba memfasilitasi warga untuk bermediasi dengan Pemkab Tebo. Dalam arahannya, Moh Hasyim Asy’ari meminta warga untuk tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis.

“Bapak Bupati sedang tidak di tempat. Nanti saya minta beberapa perwakilan warga untuk mediasi dengan Sekda dan Asisten I di ruang rapat Sekda,” ujarnya.

Jelang beberapa menit, perwakilan warga dipersilakan masuk ke ruang rapat Sekda Tebo untuk mediasi. Mediasi ini langsung dipimpin oleh Sekda Tebo Teguh Arhadi dan didampingi Asisten I, Amsiridin. Tampak juga hadir perwakilan dari Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) Tebo.

Saat mediasi, perwakilan warga mempertanyakan dasar hukum atas penerbitan SK pemberhentian Mardiana dari jabatan Kades Tambun Arang. Warga juga menyampaikan jika polling yang dilaksanakan oleh Camat Sumay sebagai salah satu dasar Mardiana diberhentikan serat dengan penyimpangan.

“Jadi kami minta agar Pemkab Tebo mengembalikan jabatan Kades Tambun Arang kepada Mardiana,” ujar salah seorang perwakilan warga, Raden Sayuti yang mengaku tokoh masyarakat Desa Tambun Arang.

Menanggapi pernyataan perwakilan warga ini, Sekda Tebo, Teguh Arhadi mengatakan keputusan bupati atau SK pemberhentian Mardiana sebagai Kades Tambun Arang sudah melalui proses dan sesuai prosedur.

Terkait :

Lari Ke Jateng, Tersangka Korupsi Dana Desa di Riau Diringkus Polres Kampar

Tahun Depan Tiap Desa Dapat 960 Juta, Transfer Dana Desa & Daerah Naik Jadi Rp 858,8 Triliun

 Korupsi Dana Desa, Oknum Kades, Sekdes dan Pj Desa Ditahan Kejari

Namun, menurutnya, jika Mardiana merasa dirugikan atas keputusan itu, Teguh Arhadi mempersilakan menempuh jalur hukum. “Silakan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Jika keputusannya benar, kita akan mengangkat kembali Mardiana sebagai Kades Tambun Arang,” kata Teguh Arhadi.

Usai mediasi, warga kembali berkumpul di pintu gerbang kantor Bupati Tebo. Setelah mendengar penjelasan dari perwakilan mereka terkait hasil mediasi, warga langsung membubarkan diri.

Sebaliknya, Mardiana mengaku tidak puas atas penerbitan SK pemberhentian dia dari jabatan Kades Tambun Arang. “Akan saya PTUN-kan! Saya merasa tidak melakukan kesalahan yang fatal, kok malah diberhentikan,” katanya.

sumber : gatra.com

About aan

Media ini Merupakan sarana informasi yang dibangun untuk mempublikasikan ide dan gagasan, maupun informasi tentang desa di Nusantara. Isi informasi dan berita berasal dari sumber dan media yang dipercaya. Media ini bersifat privasi dan memiliki tujuan positif untuk membantu desa mendapatkan informasi. Media ini bukan untuk bisnis.

Check Also

Korupsi Dana Desa Hingga Rp 156 Juta, Mantan Kades di Bojonegoro Dijebloskan Penjara

Bojonegoro – Korupsi dana desa, seorang mantan kepada desa (kades) di Bojonegoro diamankan. Kades bernama Totok …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *